1 Jun 2024

Industri Jasa Keuangan Tetap Tumbuh dengan Perkuat Kolaborasi

Share Post:

Credit Bureau Indonesia (CBI) menyelenggarakan CBI Connect 2024 untuk memperkuat kolaborasi industri jasa keuangan. (ist)

JAKARTA, Investor.id – Credit Bureau Indonesia (CBI) menyelenggarakan CBI Connect 2024 di Jakarta, belum lama ini. Acara ini merupakan penghargaan bagi para stakeholder dan key member CBI atas kesetiaan dan kepercayaan terhadap produk dan solusi yang dihadirkan oleh CBI.

Acara yang bertemakan “Membangun Kekuatan Kolaborasi dalam Industri Jasa Keuangan Pasca Pemilihan Umum” ini bertujuan memperkuat relasi dengan key member dan membangun kerjasama yang berkelanjutan dengan CBI.

“CBI Connect diselenggarakan dengan tujuan sebagai sarana bagi pelaku industri jasa keuangan baik perbankan, perusahaan pembiayaan dan P2P lending, untuk dapat saling berbagi informasi dan berdiskusi tentang proyeksi industri kasa keuangan setelah pemilu 2024,” ujar Agus Subekti, direktur utama CBI, kala membuka acara itu, dikutip dari siaran pers, Sabtu (1/6/2024).

Tema itu, kata dia, dipilih mengingat kebijakan ekonomi di masa depan akan memberikan dampak bagi industri jasa keuanga

Sementara itu, salah satu acara utama yang menarik perhatian adalah panel diskusi mengenai proyeksi industri jasa keuangan pasca-pemilihan umum. Panel ini menghadirkan para pemimpin dari industri finansial di Indonesia seperti Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Aviliani, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro dan Direktur Bisnis & Layanan CBI Anton K. Adiwibowo.

Dalam panel ini, Aviliani menyampaikan, pertumbuhan ekonomi pascapemilu mampu mencapai 5,1%. Ini menunjukan bahwa pada kondisi pascapemilu, masyarakat masih membutuhkan kredit. Namun, di sisi lain penyerapan tenaga kerja menurun, sehingga menjadi tantangan pemerintah agar investasi atau kredit mampu menyerap tenaga kerja.

Suwandi Wiratno menegaskan, industri pembiayaan telah berkolaborasi dengan pihak penyedia jasa informasi teknologi untuk memanfaatkan data-data seperti SLIK, credit scoring, pencatatatan asset dan platform lainnya, sehingga bisa menjaga kualitas pembiayaan yang baik guna meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Melalui kolaborasi tersebut, industri pembiayaan optimistis terus bertumbuh di tengah tantangan ketdakpastian perekonomian global dan menjadi industri jasa keuangan yang terpercaya.

Andry Asmoro menyampaikan, tantangan sektor keuangan semakin besar dengan banyaknya black swan event yang terjadi. Segala risiko perlu diantisipasi dengan kolaborasi antara regulator dan pelaku bisnis serta inovasi dan ketersediaan data yang sangat lengkap.

“Penguatan infrastruktur sektor keuangan dari sisi data, sumberdaya manusia dan capital akan membuat sektor keuangan semakin kuat dan efisien dalam bertumbuh dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia,” tegas dia.

Entjik S. Djafar menyatakan, industri fintech P2P lending telah menunjukkan ketangguhan dan inovasi selama beberapa tahun terakhir. Dengan regulasi yang semakin matang dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi finansial, dia yakin sektor ini akan terus berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam inklusi keuangan di Indonesia.

“Kami juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pelaku usaha di sektor ini dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri.”

Anton K. Adiwibowo mengungkapkan, pascapemilu, stabilitas politik memainkan peran vital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui dapat terciptanya pertumbuhan kredit yang baik.

Di sisi lain, dukungan regulator terhadap penguatan peran biro kredit sebagai pendukung industri jasa keuangan merupakan hal yang sangat penting untuk mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan.

“CBI berkomitmen mendukung regulator dengan menyediakan solusi-solusi inovatif yang dapat membantu lembaga jasa keuangan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kredit, sehingga tangguh untuk menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin dinamis,” ungkap dia.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Share Post:

How can we help?

Connect with our Business Development team and we’ll help you to find the right solutions that suitable to your business needs.