1 Okt 2025

CBI Dorong Inovasi Manajemen Risiko Kredit dan Inklusi Keuangan

Bagikan

Credit Bureau Indonesia (CBI) sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP), menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi, memperluas inklusi keuangan, dan menjaga disiplin risiko. Hal tersebut mengemuka dalam CBI Connect 2025, sebuah forum yang mempertemukan regulator, perbankan, multifinance, fintech, pelaku UMKM, serta asosiasi industri. CBI Connect juga menegaskan peran penting inovasi Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) dalam mendukung cetak biru pembangunan ekonomi jangka panjang di Indonesia. Presiden Direktur CBI Anton K. Adiwibowo menyebutkan CBI Connect 2025 bukan sekadar konferensi.

“Forum ini kami rancang sebagai ruang kolaborasi untuk mendorong adopsi teknologi dan data dalam memperkuat manajemen risiko, membuka peluang pertumbuhan bagi lembaga keuangan, serta membangun jaringan dan kepercayaan lintas ekosistem,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/10/2025). Dijelaskan, CBI memposisikan diri sebagai pionir inovasi di tiga bidang utama yang akan membentuk masa depan industri keuangan Indonesia.

Pertama, memperkuat manajemen risiko dan memperluas inklusi keuangan lewat tiga inovasi utama yaitu CBI Polaris, Portfolio Alerts, dan Income Predictor. Kedua, mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif melalui SME Bureau, yaitu solusi inovatif yang dirancang khusus untuk Lembaga Keuangan dalam mempercepat proses onboarding pembukaan rekening maupun proses underwriting UMKM. Melalui SME Report yang komprehensif serta sistem pemeringkatan UMKM, lembaga keuangan dapat memahami secara cepat dan lebih menyeluruh mengenai profil calon nasabah. Ketiga, meningkatkan literasi kredit dan kesehatan finansial masyarakat untuk pemerataan inklusi keuangan. Dengan aplikasi SkorKu, masyarakat dapat mengakses informasi dan riwayat skor kredit pribadi secara lengkap dengan mudah. Sejumlah panelis dari Mandiri Utama Finance, Allo Bank,

Indodana Fintech dan CBI menekankan bahwa pemanfaatan data, analitik prediktif, dan verifikasi digital telah membuat proses kredit menjadi lebih cepat, transparan, dan inklusif, tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian. Sementara itu, Kepala Departemen Perizinan dan Manajemen Krisis Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aslan Lubis mengatakan OJK menginisiasi berbagai langkah, termasuk peningkatan pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan. Penerbitan POJK mengenai Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM dan ketentuan lainnya menunjukkan adanya berbagai kesempatan bagi LPIP untuk menguatkan peran di ekosistem sektor jasa keuangan. “Melalui CBI Connect 2025, kami berharap ini bisa menjadi momentum penting bagi CBI untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia produk dan layanan manajemen risiko kredit, sekaligus memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat dan UMKM,” jelas Aslan.

Bagikan

Bagaimana kami dapat membantu Anda?

Hubungi tim Business Development kami, untuk membantu Anda menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.